Amera P. Safira With a newfound love of the IT world, Amera likes to turn complex topics into easy-to-read and comprehensive articles. In her spare times, Amera enjoys playing video games and reading every book she can find.

Cara Mengatasi 500 Internal Server Error

3 min read

Cara Mengatasi 500 Internal Server Error

500 internal server error adalah salah satu kesalahan yang sering ditemui seorang website owner maupun visitor. Saat error ini terjadi, website tidak akan bisa diakses secara normal.

Nah meskipun error ini terdengar cukup rumit, jangan khawatir Golden friends! Sesuai namanya, error ini terjadi saat ada permasalahan pada server maupun file inti website.

Nah di artikel kali ini, kami akan membahas semua yang perlu Anda ketahui tentang 500 internal server error. Mulai dari alasannya sampai beberapa cara efektif mengatasinya.

Yuk langsung saja kita mulai belajar cara mengatasi 500 internal server error!

Penyebab 500 Internal Server Error

Penyebab 500 Internal Server Error

Sebelum masuk ke cara mengatasinya, pastinya akan lebih baik lagi jika kita mempelajari apa itu internal server error dan penyebab terjadinya error ini pada website Anda.

Pada dasarnya, internal server error adalah error kode status HTTP yang menunjukan ada masalah yang terjadi pada server dimana situs Anda di hosting.

Saat Anda mencoba mengunjungi sebuah website, browser akan mengirimkan permintaan (request) ke server tempat situs itu disimpan dan di hosting.

Server akan menerima permintaan ini dan mengirimkan resources yang dibutuhkan agar website bisa terbuka dengan baik di sebuah browser.

 Semua website resources tersebut (PHP, HTML, CSS) akan dikirimkan bersamaan dengan HTTP header dan juga HTTP status code. 

Nah kode status http ini memberi tahu web browser status dari permintaan yang dikirimkan ke server. Jika server bisa memenuhi permintaan browser dengan baik, kode 200 akan muncul.

Namun jika kode internal server error 500 yang muncul pada browser Anda, ini berarti ada kesalahan di dalam server hosting website tersebut.

Banyak hal yang bisa menjadi alasan mengapa 500 internal server error terjadi. Mulai dari server down, rusaknya file .htaccess, outdated PHP version,  script timeout, dan lain-lain.

Variasi 500 Internal Server Error

Pada HTTP status kode, angka 500 menunjukan bahwa ada kesalahan pada server. Oleh karena itu, internal server error sendiri memiliki banyak variasi loh Golden friends! 

Berikut adalah beberapa variasi dari internal server error 500:

  • Error 501 not implemented — terjadi ketika server tidak mempunyai fungsi yang dibutuhkan untuk memenuhi permintaan dari pengguna atau ketika server tidak mengenali permintaan tersebut.
  • Error 502 bad gateway — error yang terjadi saat gateway dan proxy yang digunakan sebagai perantara website dan server menerima respon yang tidak valid dari server.
  • Error 503 service unavailable — terjadi saat web server tempat website di hosting sedang melalui down time atau sedang dalam proses maintenance.
  • Error 504 gateway timeout — error yang terjadi saat web server yang bertindak sebagai gateway atau proxy tidak menerima permintaan dengan tepat waktu.
  • Error 505 http version not supported — terjadi saat web server tidak bisa mendukung versi protokol http yang digunakan dalam permintaan akses website. 

Baca juga: Cloud Server: Pengertian, Cara Kerja, dan Kelebihannya

Cara Mengatasi 500 Internal Server Error

Dengan banyaknya jenis dan alasan yang bisa menjadi penyebab internal server error pada website Anda, tentunya cara mengatasinya pun akan berbeda.

Berikut adalah beberapa cara efektif mengatasi internal server error yang bisa Anda coba terapkan, Golden friends!

1. Refresh Halaman Website

Salah satu cara termudah mengatasi internal server error 500 adalah melalui fitur reloading atau refresh yang ada di web browser pada umumnya lho Golden friends!

Terkadang, masalah yang ada pada server bisa terselesaikan dengan sendirinya. Anda hanya perlu menunggu beberapa menit setelah error terjadi dan tekan tombol reload.  

Jika website kembali berjalan dengan normal, ini berarti server tersebut tadinya mengalami server overload atau hanya down atau offline secara sementara.

Selain merefresh halaman website, hal lainnya yang bisa Anda coba adalah mengecek jika website Anda sedang down melalui website seperti downforeveryoneorjustme.com.

2. Hapus Cache Browser

Nah cara mengatasi 500 internal server yang lainnya adalah dengan cara menghapus cache browser Anda. Cache menyimpan file website yang mungkin menjadi corrupted.

Caranya pun cukup mudah! Anda hanya perlu buka pengaturan browser Anda dan cara menu “delete cache” dan hapus semua file yang tersimpan di dalamnya.

Jika Anda menggunakan Google Chrome, Anda bisa menekan ctrl + shift + delete pada keyboard secara bersamaan dan tekan pilihan Clear Data.

Baca juga: Protokol Jaringan: Pengertian, Fungsi, dan Jenisnya 

3. Naikkan Limit Memory PHP

Penyebab error 500 internal server yang lainnya adalah saat limit memory PHP website tidak cukup untuk memproses semua permintaan yang diminta.

Limit memory PHP adalah seberapa banyak script PHP yang bisa dilakukan oleh sebuah server pada saat bersamaan. Nah jika jumlah ini terlampaui, internal error 500 bisa saja terjadi.

Untuk mengatasinya, ada dua cara yang bisa Anda coba: melalui file php.ini atau file wp-config.php yang ada pada File Manager.

Caranya, buka file pilihan Anda dan tambahkan baris code berikut ini ke dalam file tersebut: 

  • Wp-config — php define(‘WP_MEMORY_LIMIT’, ’64M’); 
  • Php.ini — memory=64MB

Baca juga:CodeIgniter: Pengertian, Keunggulan, & Cara Menggunakannya

4. Ubah Versi PHP Anda

Terkadang penyebab error internal server 500 adalah versi PHP yang sudah outdated. Kebanyakan platform CMS membutuhkan versi PHP terbaru untuk bekerja dengan baik.

Nah jika versi PHP yang Anda gunakan tidak cocok dengan salah satu komponen website Anda, error internal server 500 ini bisa terjadi Golden friends!

Tapi jangan khawatir! Cara mengatasinya cukup mudah kok. Anda hanya perlu mengubah versi PHP yang web server Anda gunakan melalui kontrol panel.

Jika Anda menggunakan cPanel, Anda hanya perlu buka menu Select PHP Version di bawah kolom Software dan ganti versi PHP ke current PHP version.

5. Cek File .htaccess 

Adanya error pada file .htaccess yang ada pada direktori utama file instalasi website Anda juga bisa menjadi alasan internal server terjadi. 

Nah untuk mengecek jika ada kesalahan pada file directive ini, buka public_html directory website melalui fitur File Manager akun hosting Anda.

Setelah itu, Anda hanya perlu menekan klik kanan pada file mengganti nama file .htaccess tersebut ke nama yang Anda mau.

Jika ini membuat website Anda bekerja dengan baik lagi, langkah selanjutnya adalah untuk login ke dashboard WordPress dan pilih menu Settings > Permalinks dan tekan Save.

Cara ini akan membuat file .htaccess baru untuk website Anda!

Baca juga: Pengertian, Fungsi, & Cara Menggunakan htaccess

Penutup

500 internal server error adalah salah satu kesalahan yang sering terjadi pada sebuah website  saat server yang digunakannya sedang bermasalah dan tidak bisa memenuhi request.

Penyebab error ini terjadi pun juga beragam lho Golden friends! Nah di artikel ini kami sudah membahas penyebab dari internal server error 500 dan juga cara mengatasinya.

Bagaimana Golden friends? Tentunya sekarang Anda sudah mengerti pengertian dan juga bisa mengatasi internal server error pada website bukan?

Jika Anda ingin mempunyai akses penuh ke server tempat website di hosting untuk meminimalisir kesalahan yang mungkin terjadi, pertimbangkan untuk menyewa sebuah server.

Kabar baiknya, GoldenFast Network menawarkan berbagai layanan server seperti cloud VPS corporate server, dedicated server, maupun colocation server lho Golden friends!

Selain itu, semua layanan server dari GoldenFast Network dilengkapi dengan server uptime 99%, hardware kelas enterprise, beserta 24 jam monitoring dan customer service.

Yuk langsung GoldenFast Network!

Amera P. Safira With a newfound love of the IT world, Amera likes to turn complex topics into easy-to-read and comprehensive articles. In her spare times, Amera enjoys playing video games and reading every book she can find.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *