Nadia Agatha Pramesthi Penulis sekaligus penerjemah yang suka belajar. Mempelajari SEO dan bahasa dari sisi linguistik, lebih tepatnya. Kini Nadia menjadi seorang penulis untuk GoldenFast Network.

Apa Itu CMS? Definisi, Sejarah, Manfaat & Contohnya

2 min read

apa itu cms

Sebagai pemula di dunia website dan teknologi, pertanyaan mengenai apa itu CMS adalah hal lumrah.

CMS adalah bagian terpenting dari sebuah website, terutama yang memerlukan konten tulisan di websitenya.

Mengetahui seluk beluk mengenai CMS ini kami nilai cukup penting sebelum Anda mulai untuk menggunakannya.

Sebagai permulaan, mari bahas dahulu definisi CMS dan sejarahnya sebelum tiba ke pembahasan mengenai manfaat CMS dan contohnya.

Apa Itu CMS?

CMS adalah sebuah akronim dari Content Management System. Dalam bahasa Indonesia, CMS disebut juga dengan Sistem Manajemen Konten.

Dari kepanjangannya, Anda bisa mengerti bahwa CMS ini adalah sebuah tool atau software yang memungkinkan kegiatan mengelola konten secara mudah dan terstruktur.

Kegiatan mengelola konten ini di antaranya adalah membuat konten tulisan pada blog, mengedit, memasukkan media visual dan lainnya.

Selain itu, CMS juga bisa Anda gunakan untuk membuat landing page, homepage, profile website dan lainnya.

Jadi, bisa dibilang, Anda tidak memerlukan pengetahuan mengenai bahasa pengkodean untuk membuat website.

Dengan CMS, Anda bisa membuat website tanpa harus mengulik semuanya dengan coding.

Atas alasan ini lah banyak yang bisa membuat website walau tidak memiliki background IT yang sophisticated.

Sejarah Content Management System

CMS dahulunya belum seperti CMS pada saat ini. CMS mengalami perubahan dari tahun ke tahun.

Pada awalnya di tahun 1989-1990, masa world wide web ditemukan oleh Tim-Berners Lee, website masih berbentuk HTML statis dengan link saja.

Jadi, bayangkan saja website pada saat awal pertama adanya internet hanya berisikan teks dan link.

Di masa itu, loading website begitu cepat dan tidak memerlukan pengembangan back-end karena hanya terdiri dari teks dan link tanpa unsur visual lainnya.

Selain itu, trafik saat awal mula internet muncul tidak seramai sekarang ini sehingga tidak memakan banyak resource.

Lalu, bagaimana CMS bisa seperti sekarang? Ini karena banyak developer yang berkontribusi di dalam pengembangan software yang bersifat open source.

Di awal tahun 2000-an, akhirnya muncul berbagai CMS yang saat ini bisa Anda gunakan seperti Drupal yang muncul di tahun 2000 dan WordPress 2003.

Selain kedua CMS yang sudah disebutkan, Anda juga CMS Joomla yang muncul di tahun 2005.

Manfaat CMS

Sebelumnya, Anda sudah tahu definisi, fungsi sekaligus sejarah CMS secara singkat dari pembahasan di atas.

Di bagian ini, Anda akan mengetahui apa saja manfaat CMS dalam membuat website.

1. Memudahkan Pembuatan Website

Dengan adanya CMS, Anda bisa menghemat tenaga serta biaya dalam membuat website karena tidak perlu membayar web designer.

Anda bisa mengelola sendiri website yang dibangun tanpa harus belajar cara coding terlebih dahulu.

2. Membuat Konten Kolaborasi

Anda juga bisa membuat konten kolaborasi dengan orang atau pihak lain. Anda cukup membuat akun dan memberikan akses tersebut ke mereka.

Selain itu, Anda juga bisa mengatur sejauh apa intervensi pihak lain tersebut di dalam website.

3. Memungkinkan Konten Terjadwal

Membuat konten secara terjadwal juga bisa Anda lakukan dengan CMS. Jadi, tidak perlu takut tidak bisa memposting konten di hari tertentu.

4. Merapikan Konten Menurut Kategori

Anda bisa membuat kategori konten dan memasukkan konten tersebut berdasarkan kategorinya.

Ini akan memudahkan pengunjung dalam mencari konten yang diinginkan.

5. Membuat Konten SEO-Friendly

Hal yang terpenting dalam membuat website adalah memiliki platform yang SEO-friendly.

Ini artinya website Anda bisa berada di peringkat pertama SERP secara lebih mudah karena konten yang dibuat bisa dideteksi oleh SERP.

6. Dapat Dilihat Performanya melalui Analytics

Tool analytics tersedia banyak sekali di luar sana. Anda juga bisa menggunakannya bersamaan dengan CMS.

Anda bisa melihat bagaimana performa website melalui konten yang dihasilkan.

7. Memungkinkan Maintenance Konten

Konten Anda bisa saja butuh pembaharuan secara berkala. Dengan CMS, pekerjaan maintenance konten akan lebih mudah.

Anda bisa menggunakan CMS untuk mengedit konten dan menerbitkannya segera setelah diperbaharui.

8. Adanya Support & Komunitas

Ini berguna untuk memudahkan Anda dalam menyelesaikan masalah ketika sedang menggunakan CMS.

Anda tidak perlu membayar dan bisa menemukan solusi tepat untuk menyelesaikan isu dengan CMS.

Contoh CMS

Sebelumnya sudah sedikit disebut jika di tahun 2000-an awal mulai bermunculan CMS yang saat ini bisa Anda gunakan.

Nah, berikut ini adalah sedikit ulasan dari contoh CMS yang ada.

1. WordPress

WordPress adalah CMS yang user-friendly. Anda bisa menggunakannya tanpa masalah karena tombol navigasinya jelas dan komunikatif.

Selain itu, ada banyak tema dan plugin gratis yang bisa Anda gunakan dan akses melalui librarynya.

2. Drupal

CMS open-source yang satu ini juga cukup mudah untuk dipelajari, namun membutuhkan banyak waktu untuk mempelajarinya.

Hanya saja sebagai CMS, Drupal juga sangat berfungsi begitu baik.

3. Joomla

Joomla juga CMS yang SEO-friendly. Hal ini dibuktikan dengan fiturnya yang memungkinkan Anda untuk memasukkan meta deskripsi dan meta keyword.

Untuk menambah fungsionalitasnya, Anda juga bisa menggunakan plugin.

Penutup

Kini Anda sudah tahu mengenai apa itu CMS serta sejarah, manfaat dan contohnya. Nah, agar semakin SEO-friendly, Anda harus memilih layanan cloud VPS yang terpercaya.

Semoga bisa bermanfaat untuk Anda.

Nadia Agatha Pramesthi Penulis sekaligus penerjemah yang suka belajar. Mempelajari SEO dan bahasa dari sisi linguistik, lebih tepatnya. Kini Nadia menjadi seorang penulis untuk GoldenFast Network.

Leave a Reply

Your email address will not be published.