Apa Itu Git dan Fungsinya untuk Developer & Programmer

2 min read

apa itu git dan fungsinya

Apa itu Git? Pertanyaan ini kerap muncul bagi developer atau programmer pemula. Melalui artikel ini, Anda akan mengetahui apa itu sebenarnya Git serta fungsinya.

Secara singkat git adalah sebuah software yang memungkinkan para programmer untuk berkolaborasi dalam mengembangkan sebuah software.

Untuk lebih jelasnya, baca lah penjelasannya di bawah ini.

Apa itu Git?

git adalah

Sudah disebutkan sedikit di awal bahwa git adalah tool yang digunakan oleh para programmer/developer untuk melakukan kolaborasi dalam koding saat mengembangkan aplikasi/software.

Git sendiri adalah VCS (akronim dari Version Control System) yang artinya kendali versi atau pengontrol versi dalam bahasa Indonesia.

Version control system ini memungkinkan para penggunanya untuk secara otomatis merekam perubahan yang dilakukan penggunanya.

Alih-alih menyimpan proyek semua dari awal hingga perubahan, git akan menyimpan perubahan yang dilakukan dan mencatatnya ke dalam database.

Tool ini digunakan oleh siapapun, bisa solo developer, perusahaan besar, hingga Linux.

Sementara GitHub dan GitLab digunakan secara online, git diinstal secara lokal di komputer masing-masing dan menggunakan sambungan lokal atau server proxy untuk berkolaborasi.

Selain itu, untuk menggunakan Git, Anda harus familiar dengan Git GUI atau Git Graphical User Interface.

Dengan GUI, Anda bisa memasukkan baris command atau perintah agar bisa menggunakan Git untuk berkolaborasi.

Sedangkan untuk melakukan kolaborasi jarak jauh, Anda bisa menggunakan antara GitHub atau GitLab.

Sebelumnya, kami juga pernah membahas keduanya, perbandingan keduanya di artikel yang berjudul GitLab vs GitHub.

Fungsi Git

Git memiliki beberapa fungsi yang memungkinkan penggunanya untuk melakukan berbagai hal, sesuai dengan fiturnya:

  • Kolaborasi – Anda bisa mengerjakan proyek yang sama dengan orang berbeda (kejra tim).
  • Open-source – Git adalah tool open-source yang bisa digunakan juga untuk membuat software open-source.
  • Mengorganisasi – Alih-alih menyimpan proyek Anda di folder seperti v1, v2, v3, dan seterusnya, Anda memiliki satu proyek dengan database khusus yang berisi semua versi file.
  • Fleksibilitas Platform – Ada beberapa layanan hosting Git yang tersedia saat ini, termasuk Gitlab, GitHub, Bitbucket, dan SourceForge. Lebih baik lagi, Anda dapat menggunakan solusi yang dihosting sendiri untuk semua proyek Anda.
  • Backup – Anda bisa kembali ke versi sebelumnya dengan mudah bila terjadi error atau kendala saat membuat versi terbaru.

Alur Kerja (Workflow) Git

Git memiliki laur kerja tersendiri. Setidaknya, ada lima jenis alur kerja yang digunakan git.

1. Workflow Dasar (Basic)

Basic workflow atau alur kerja dasar dari git sangat cocok digunakan untuk developer-developer yang sedang mengembangkan website yang simpel dan ringkas.

Namun jika ada dua developer yang mengembangkan beberapa fungsionalitas berbeda dalam satu aplikasi yang digarap (satu proyek), maka workflow ini bukanlah alur kerja yang ideal.

Ini karena dalam workflow ini hanya terdapat satu repositori sental, yang mana nantinya tiap developer akan menggandakan repositorinya dan bekerja secara lokal sebelum meletakkannya di repositori pusat.

Jadi, developer tidak bisa merilis aplikasi/software jika salah satu fitur belum selesai dikerjakan karena mereka bekerja dalam satu branch yang sama.

2. Alur Kerja Feature Branch

Alur Kerja Feature Branch mengasumsikan repositori terpusat, dengan master yang mewakili riwayat proyek resmi.

Alih-alih langsung bekerja di cabang master, developer dapat membangun cabang baru setiap kali mereka mulai mengerjakan fitur baru. Nama-nama cabang fitur harus deskriptif.

Apapun yang berada di branch master bisa di-de[loy dan stable.

Jika ingin membuat fitur baru, buat cabang dari master dan beri nama yang sesuai dengan apa yang dilakukan, seperti: upgrade-ui.

Anda juga bisa membuat branch dari branch fiture yang sudah ada sebelumnya.

3. Alur Kerja Forking

Alur kerja Froking memungkinkan para developer memiliki repository sendiri di server alih-alih menggunakan satu server yang bertindak sebagai sentra dari codebase.

Cara kerja dari workflow ini adalah developer membuat repositori sendiri pada bagian server lalu akan digandakan ke dalam sistem lokal mereka.

Path git remote untuk repositori utama ditambahkan ke sistem lokal dan feature branch lokal pun dibuat.

Untuk pull request merge akan disatukan ke repositori utama di server.

4. Alur Kerja Git Flow

Alur kerja Git Flow adalah alur kerja yang mirip dengan alur kerja feature branch. Namun, perbedaannya terletak pada bagaimana developer membuat branch.

Di alur kerja ini, developer membuat branch dari branch develop yang merupakan cabang dari master branch.

Di sini, developer tidak boleh langsung membuat branch langsung dari master yang mana alur seperti ini menghapus kode yang bermasalah dari master branch.

5. Alur Kerja GitLab Flow

Alur kerja GitLab flow memiliki perbedaan yang cukup menonjol. Perbedaan tersebut ada pada environment branch di GitLab Flow, seperti staging dan production.

Branch tersebut ada karena nantinya akan ada proyek yang tidak bisa di-deploy tiap menggabungkan branch fitur.

Ada 3 jenis branch yang ada pada GitLab Flow selain branch master yaitu branch production, environment dan release.

Penutup

Melalui artikel ini, Anda sudah membaca sedikit hal mengenai apa itu git serta fungsinya.

Maka bisa disimpulkan, jika ingin bekerja dengan Git, Anda harus memahami apa itu Git dan juga alur kerja dari Git itu sendiri agar pekerjaan Anda berjalan dengan mulus.

Selain itu, kenali perintah perintah dasar dari Git agar Anda bisa menggunakannya.

Kami akan membahas perintah dasar Git di artikel terpisah. Maka dari itu, ikuti terus blog GoldenFast Network, yang menyediakan informasi seputar dunia teknologi.

Semoga artikel ini bermanfaat dan sampai jumpa di artikel berikutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *