Amera P. Safira With a newfound love of the IT world, Amera likes to turn complex topics into easy-to-read and comprehensive articles. In her spare times, Amera enjoys playing video games and reading every book she can find.

Apa Itu SSD? Pengertian & Perbedaannya dengan HDD

3 min read

Apa Itu SSD Pengertian & Fungsinya

Jika Anda cukup paham akan komputer, pastinya Anda sudah pernah mendengar tentang apa itu SSD (solid state drive) dan HDD (hard disk drive) sebelumnya.

Keduanya memang sama-sama tempat penyimpanan data yang digunakan oleh banyak perangkat PC dan laptop saat ini. Namun ternyata keduanya cukup berbeda lho!

SSD sering disebut sebagai perangkat penyimpanan yang jauh lebih canggih dan aman jika dibandingkan dengan HDD.  Nah pasti Anda penasaran akan alasannya bukan?

Anda beruntung! Di artikel kali ini kami akan membahas semua yang perlu Anda ketahui tentang SSD. Mulai dari pengertian, fungsi, sampai perbedaannya dengan HDD.

Yuk langsung saja kita mulai!

Apa Itu SSD?

Solid State Drive atau SSD adalah media storage yang menggunakan rangkaian sirkuit IC terintegrasi sebagai tempat penyimpan data dan informasi. 

Sebelum SSD diperkenalkan ke dunia, data dan informasi disimpan pada mekanikal hard drive yang menggunakan piringan berputar untuk membaca dan memproses data.

Nah, bagian-bagian disk yang terus bergerak ini lah yang menjadikan HDD salah satu komponen perangkat keras komputer yang paling mudah rusak.

pengertian ssd

Sedangkan, perangkat SSD umumnya mempunyai chip memori bersifat solid state (tidak berubah) yang terbuat dari silikon tertanam di dalamnya.

Chip memori ini berguna untuk menulis (write) maupun membaca (read) semua data yang tersimpan di dalamnya tanpa memerlukan bagian disk yang berputar.

SSD storage dapat mengecil menjadi bentuk dan ukuran permen karet (dikenal sebagai faktor bentuk M.2) atau bahkan sekecil prangko lho Golden friends! 

Kapasitas SSD sendiri juga bervariasi sesuai kebutuhan loh. Ini yang membuatnya lebih fleksibel untuk perangkat PC kecil seperti ultraportable laptop dan 2 in 1. 

Selain itu, SSD storage juga secara dramatis mengurangi waktu akses data karena pengguna tidak perlu menunggu rotasi platter untuk bisa mendapatkan informasi yang diminta.

Pada dasarnya, cara kerja SSD sangat mirip dengan USB flash drive. Anda hanya perlu memasangnya ke sebuah komputer untuk mengambil atau menyimpan data.

Bedanya, SSD dianggap sebagai sebagai versi lebih canggih dari USB thumb drive karena kapasitasnya yang jauh lebih besar dan kinerjanya yang cepat.   

Penyimpanan SSD cenderung mempunyai harga yang lebih mahal dibandingkan dengan HDD storage. Jumlah penyimpanannya dalam GB (gigabyte) dan TB (terabyte).

Nah karena alasan ini lah yang membuat SSD digunakan oleh banyak orang di berbagai industri seperti bisnis enterprise, sekolah, personal, dan organisasi lainnya.

Baca juga: Apa Itu Database? Pengertian, Jenis, & Fungsinya

Cara Kerja SSD

Umumnya, penyimpanan SSD menggunakan flash memory berbasis NAND yang merupakan jenis non-volatile. Memori ini tetap bisa menyimpan data walaupun tidak ada power supply.

Chip memori pada SSD hampir mirip dengan memori random access memory (RAM). Jadi alih-alih menggunakan piringan disk, semua data dan informasi ada di kotak grid NAND cell.

Setiap grid yang biasa juga disebut block dapat menyimpan file dari 256 KB sampai dengan 4MB.  Setiap block mempunyai alamat yang sudah ditentukan oleh perangkat Anda.

Sehingga, saat perangkat mencoba mengakses file, data dapat tersedia secara cepat dan instan dalam beberapa detik saja — Anda tidak perlu menunggu lama.

Baca juga: Komputer Server: Pengertian dan Jenisnya

Perbedaan SSD VS HDD

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, SSD dan HDD memang mempunyai fungsi yang sama, yaitu untuk menyimpan dan mengelola data dan informasi.

Namun sebenarnya mereka cukup berbeda lho! Nah berikut ini adalah penjelasan singkat dari perbedaan SSD vs HDD Golden friends!

1. Cara Kerja 

HDD bekerja karena adanya aktivitas mekanik dan elektrik pada dalam penyimpanannya. HDD membutuhkan piringan motor dan lengan berputar untuk membaca dan mengakses data. 

Sedangkan, SSD hanya mempunyai komponen elektronik seperti IC (Integrated Circuit), microchip memory, dan kapasitor untuk proses pembacaan dan penulisan informasi & data..

2. Kecepatan 

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, SSD menawarkan proses booting dan kinerja yang cukup tinggi karena tidak menggunakan piringan mekanik berputar.

Bahkan, kecepatan proses data dan booting perangkat SSD bisa sampai 8 kali lebih cepat jika dibandingkan dengan HDD konvensional lho Golden Friends!

3. Ketahanan 

Sesuai dengan namanya, solid state drive tidak mempunyai komponen bergerak yang membuatnya lebih kuat bertahan dari benturan dan suhu ekstrem yang tinggi.

4. Ukuran dan Bentuknya

Perbedaan lain dari SSD dan HDD terletak pada ukuran dan bentuknya. Umumnya, HDD memiliki dimensi dan ukuran yang lebih besar dibandingkan dengan SSD.

Teknologi HDD bergantung pada piringan dan lengan mekanik membatasi seberapa kecil dan ringan storage penyimpanan tersebut bisa diproduksi.

Nah, SSD yang tidak memerlukan bagian piring dan lengan mekanik itu tentunya akan terbebas dari batasan-batasan yang ada —  membuatnya lebih ringan dan kecil.

5. Fragmentasi 

Fragmentasi adalah bagaimana file dan data disimpan di dalam penyimpanan tersebut. HDD menyimpan semua informasi & data pada blok dan grid yang saling terikat.

Saat kapasitas storage ini sudah penuh, file yang tersimpan akan terpencar ke blok-blok tersebut sehingga Anda perlu melakukan defrag untuk mengembalikan file.

Di sisi lain, pengguna SSD tidak perlu memikirkan hal tersebut karena data tersimpan pada chip  flash IC (integrated circuit) yang kotak grid cell NAND.

Jenis-Jenis SSD

Storage SSD sendiri juga mempunyai banyak jenis yang berbeda lho Golden friends! Nah berikut ini adalah beberapa penjelasan singkat tentang jenis SSD:

1. NVMe  

Storage SSD jenis NVMe dibuat khusus untuk SSD generasi baru yang memberikan kinerja dan waktu respon tertinggi. 

NVMe mentransfer data dengan kecepatan sekitar sampai 33.5 Gbps. Anda dapat mentransfer file 30 GB ke komputer Anda dalam waktu sekitar 15 detik atau kurang.

2. SATA 

SSD SATA memiliki antarmuka yang hampir sama dengan HDD. Meskipun begitu, storage ini tetap akan mempercepat komputer Anda empat atau lima kali lebih banyak..

Jenis SATA paling umum adalah SSD SATA 2,5 inci yang dapat digunakan pada komputer lama. Kecepatan rata-rata SATA sekitar 500-550 Mbps dan akan maksimal pada 6 Gbps.

3. PCIe 

Storage PCIe cenderung memiliki lebih banyak bandwidth dan kecepatan hingga empat kali lipat dibandingkan dengan SSD SATA. 

Umumnya, jenis SSD ini digunakan oleh gamer yang membutuhkan kecepatan kinerja tinggi dan cepat..

4. M.2 Card 

Storage kecil persegi panjang yang umumnya digunakan pada perangkat seluler dan laptop tipis karena format chipnya yang datar dan ringkas.  

Storage M.2 terkenal lebih cepat dan lebih mahal daripada SSD SATA dan dapat menyimpan data hingga 2 terabyte lho Golden friends! 

Ukuran umum SSD M.2 adalah 2242, 2260, 2280, dan 22110. Angka tersebut merujuk pada ukuran SSD menurut lebar dan panjangnya.

Penutup

Nah itu tadi penjelasan lengkap tentang apa itu SSD Golden friends! Tentunya sekarang Anda sudah mengerti lebih banyak tentang pengertian, cara kerja, dan jenis jenis SSD bukan?

Semoga artikel ini bermanfaat. Jika Anda masih punya pertanyaan tentang apa itu SSD, jangan lupa untuk tinggalkan pesan pada kolom komentar di bawah ya Golden Friends!

Oh iya selain menawarkan layanan server terbaik Indonesia, GoldenFast Network juga menyediakan blog informatif tentang digital marketing, web development  & security, dan hal-hal IT lainnya.

Yuk langsung saja buka blog GoldenFast Network dan belajar lebih banyak lagi tentang informasi teknologi!

Amera P. Safira With a newfound love of the IT world, Amera likes to turn complex topics into easy-to-read and comprehensive articles. In her spare times, Amera enjoys playing video games and reading every book she can find.

Leave a Reply

Your email address will not be published.