Apa Jenis VPS yang Cocok untuk Sekolah? Ini Penjelasannya

3 min read

VPS yang Cocok untuk Sekolah

Sebelum mengetahui jenis VPS yang cocok untuk sekolah, perlu diketahui bahwa di era pesatnya teknologi informasi seperti sekarang ini, perangkat dalam infrastruktur IT telah banyak dibutuhkan, salah satunya adalah server.

Sebab, peran dan perkembangan teknologi telah merambah ke dalam berbagai lini kehidupan, termasuk pada dunia pendidikan.

Oleh karena itu, tak heran apabila berbagai lembaga pada setiap jenjang pendidikan, baik sekolah, les private, maupun universitas, telah membutuhkan server.

Kenapa Sekolah Membutuhkan Server?

Ada banyak hal yang bisa dilakukan sekolah dengan server. Tidak hanya membuat website sekolah, server juga diperlukan untuk sistem pembelajaran daring, ujian CBT, penerimaan siswa baru, hingga sistem sarana prasarana sekolah.

Menilik berbagai kebutuhan sekolah tersebut, server yang digunakan pun harus tepat agar website atau sistem tidak mengalami down.

Salah satu server yang banyak digunakan lembaga pendidikan maupun sekolah adalah Virtual Cloud Server (VPS).

Apa Itu VPS?

Sesuai dengan namanya, VPS ini adalah server virtual. Sementara, sebagai salah satu jenis perangkat server, tentu saja VPS berfungsi untuk menyimpan data suatu sistem, aplikasi, atau pun website.

Umumnya, VPS digunakan pada website atau sistem yang membutuhkan storage dan performa yang optimal. Sebab, pengguna VPS tidak perlu berbagi sumber daya dengan pengguna lain, seperti halnya pada shared hosting.

Hal tersebut dikarenakan cara kerja VPS telah menggunakan virtualisasi, yakni membagi server fisik menjadi beberapa sumber daya yang berbeda. Secara lebih mudah, VPS bisa dibilang seperti menyewa apartemen.

VPS sendiri memiliki beberapa jenis dengan spesifikasi dan keunggulan yang berbeda-beda.

Apa Saja Jenis-Jenis VPS?

Sebelum mengetahui VPS yang cocok untuk sekolah, Anda sebaiknya mengetahui terlebih dahulu jenis-jenis VPS. Hal itu berguna agar Anda tidak salah pilih VPS yang cocok untuk sekolah.

1. OpenVZ

Secara sederhana, OpenVZ adalah salah satu jenis VPS yang membagi server fisik secara virtual hanya sampai pada tingkat OS yang berbasis pada sistem operasi Linux, seperti Ubuntu, Debian, CentOS, dan OS Linux lainnya.

Meski tak dapat digunakan untuk menginstal pada sistem operasi yang lain, OpenVZ memiliki performa dan skalabilitas yang optimal karena terdapat satu kernel Linux yang berjalan pada host.

Keunggulan lain dari OpenVZ adalah mudah digunakan. Sebab, pengguna dapat secara fleksibel melakukan kustomisasi tanpa perlu me-restart kontainer.

2. KVM

VPS KVM (Kernel-Based Virtual Machine) merupakan teknologi virtualisasi full hardware yang dikembangkan dan dijalankan dengan sistem operasi Linux. Jenis VPS yang satu ini juga cukup populer dan banyak digunakan.

Jika dibandingkan dengan OpenVZ, kelebihan KVM adalah memiliki kemampuan untuk komunikasi dan terhubung dengan hardware tanpa menggunakan sistem operasi.

Selain itu, VPS KVM memiliki komponen berupa hypervisor,di antaranya adalah penyimpanan tambahan berupa NAS, menjadwalkan proses, I/O Stack, device drivers, pengaturan keamanan, dan masih banyak lagi.

Tambahan penyimpanan berupa NAS dan Multipath I/O tersebut membuat website tetap dapat diakses ketika terdapat error pada perangkat keras.

Komponen-komponen tersebut memungkinkan hypervisor KVM dapat diinstal langsung pada server fisik (bare metal), sehingga bisa menjadi host yang stabil karena tidak berjalan di atas OS lainnya.

Keunggulan lain dari VPS KVM adalah efisien. Sebab, meskipun berada di bawah hypervisor yang sama, aktivitas VPS dari satu pengguna tidak akan berpengaruh terhadap VPS pengguna lain.

Dengan begitu, beban load menjadi lebih ringan, karena setiap VPS menggunakan resource sesuai dengan kapasitasnya masing-masing. Apalagi, VPS KVM juga terbilang memiliki resource yang tinggi dan terdedikasi.

Dengan begitu, tak perlu khawatir apabila hosting mendapatkan traffic yang tinggi.  Lebih jauh, dari sisi keamanan, KVM jauh lebih unggul ketimbang pengguanaan kontainer.

Sebab, masing-masing guest OS akan menggunakan karnelnya sendiri. Keamanan dalam VPS KVM juga menggunakan kombinasi Security-enchanced Linux (SELinux) dan Secure Virtualization (sVirt) sebagai standar keamanannya.

3. Microsoft Hyper-V

VPS yang satu ini menggunakan sistem operasi Microsoft Windows. VPS ini sangat cocok bagi pengguna yang berurusan dengan sistem tersebut.

Meski begitu, VPS ini memiliki harga yang terbilang cukup mahal dibandingkan dengan jenis vitualisasi yang lain. Meski menggunakan Windows, akan tetapi VPS ini bisa mengoperasikan Linux, BSD, dan Solaris.

Salah satu keunggulan dari Microsoft Hyper-V ini adalah cenderung user-friendly karena panelnya telah menggunakan Graphic User Interface.

4. Xen HVM

Xen Hardware Virtual Machine (HVM) merupakan jenis virtualisasi open resource dalam tingkat karnel. Jenis ini disebut-sebut mirip dengan KVM, karena keduanya memberikan kebebasan pada pengguna terkait vitualisasi hardware.

Meski berbasis Linux, VPS Xen HVM ini juga dapat mengoptimalkan Windows dan virtual server Linux.

Kelebihan yang dimiliki Xen HVM ini adalah prosesnya yang cepat. Sebab, Xen HVM tidak perlu melakukan konfigurasi infrastuktur manajemen yang rumit dan tidak perlu membuat jaringan penyimpanan khusus.

Namun, apabila ingin membuat jaringan khusus untuk menjalankan virtual machine, Xen HVM terbilang cukup mudah.

Apa Jenis VPS yang Cocok untuk Sekolah?

Setelah melihat penjelasan di atas, termasuk jenis-jenis VPS, setidaknya Anda memiliki gambaran mengenai spesifikasi jenis server tersebut. Lantas, apa jenis VPS yang cocok untuk sekolah?

Untuk menentukan jenis VPS yang cocok untuk sekolah, Anda perlu terlebih dahulu menentukan kebutuhan server. Setidaknya, Anda perlu memastikan server tersebut nantinya akan digunakan untuk apa?

Misalnya, untuk membuka sistem Penerimaan Mahasiswa Baru atau Ujian CBT, pemuatan aplikasi pembelajaran, dan sebagainya.

Nah, dengan demikian Anda dapat memahami bahwa nantinya server tersebut akan kebanjiran pengunjung. Artinya, Anda membutuhkan server yang mumpuni untuk mengatasi hal itu agar website, sistem, atau aplikasi tidak down.

Pastikan VPS yang Anda pilih telah memiliki sumber daya yang besar. Pastikan pula tidak ada aktivitas pengguna lain yang dapat mengganggu server Anda.

Hal penting lainnya yang perlu diperhatikan saat memilih VPS yang cocok untuk sekolah adalah keamanan data. Pastikan server yang Anda gunakan telah memiliki keamanan ganda.

Anda bisa menyesuaikan sejumlah kebutuhan tersebut dengan spesifikasi VPS yang tersedia pada penyedia server. Dengan kebutuhan tersebut, banyak sekolah maupun lembaga pendidikan memilih menggunakan VPS KVM.

Saat ini, terdapat banyak penyedia VPS KVM dengan spesifikasi yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan Anda.

Demikian uraian mengenai VPS yang cocok untuk sekolah ini semoga dapat membantu Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *