Nadia Agatha Pramesthi Penulis sekaligus penerjemah yang suka belajar. Mempelajari SEO dan bahasa dari sisi linguistik, lebih tepatnya. Kini Nadia menjadi seorang penulis untuk GoldenFast Network.

API: Definisi, Kegunaan, Tipe & Cara Kerja LENGKAP!

3 min read

Apa Itu API? API adalah pengubung antar aplikasi

API adalah unsur yang cukup penting dan mendasar untuk pemrograman aplikasi terutama untuk memudahkan software development dan berinovasi.

Ini karena API memungkinkan aplikasi untuk bertukar data sekaligus fungsionalitas dengan efisien sekaligus aman.

Nah, untuk mengetahuinya lebih dalam lagi, mari ketahui definisinya sebelum membahas kegunaan, tipe dan cara kerjanya.

Definisi/Pengertian API

API adalah akronim dari Application Programing Interface, yang memungkinkan developer atau perusahaan untuk membuka data dan fungsionalitas aplikasi kepada developer pihak ketiga, departemen internal, atau bahkan partner bisnis.

Dengan begitu, layanan dan produk dari perusahaan tersebut bisa berkomunikasi antara satu dengan yang lainnya sekaligus meminjam datanya melalui antarmuka yang terdokumentasi.

Nah, dari ide tersebut, bisa digambarkan bahwa API ini antarmuka atau interface yang bisa menghubungkan beberapa aplikasi di dalam bahkan luar platform.

Developer sebenarnya tidak wajib untuk tahu bagaimana API ini diimplementasikan. Developer menggunakan interface ini untuk berkomunikasi dengan produk dan layanan lain.

Kegunaan API

API bisa digunakan untuk menyederhanakan proses mengelola dan juga membuat tool baru. Selain itu, kegunaan lain dari API adalah:

1. Mempermudah Inovasi

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, API memiliki fleksibilitas yang memungkinkan perusahaan atau developer untuk berhubungan dengan rekan bisnis atau developer lain.

Ini bertujuan untuk menawarkan layanan baru ke pasar yang sudah ada dan bahkan masuk ke pasar baru yang bisa mendatangkan ROI secara masif dan melakukan transformasi digital.

2. Meningkatkan Kualitas Kolaborasi

Berkolaborasi dengan aplikasi atau produk satu dengan yang lain akan memudahkan developer dan hal tersebut bisa meningkatkan kualitas kolaborasi antar platform.

Contoh nyata pengaplikasian peningkatan kualitas kolaborasi ini adalah Shopee dengan sistem pembayaran dan informasi paket.

Berkolaborasi dengan bank dan ekspedisi, Shopee cukup mengambil data dari platform-platform tersebut untuk mengonfirmasi pembayaran serta melacak paket.

3. Menambah Keamanan

API menawarkan lapisan keamanan ekstra antara data Anda dan server.

Token, tanda tangan, dan enkripsi Transport Layer Security (TLS) dapat digunakan untuk lebih meningkatkan keamanan API, seperti halnya gateway API untuk mengontrol dan memverifikasi trafik dan administrasi API yang efektif.

4. Monetisasi Data & Hemat Biaya

API bisa dijadikan sumber penghasilan maupun jalan sebagai penghematan biaya.

Perusahaan bisa menjual API yang membuka akses digital yang berharga ke partner binis berpotensial.

Tapi harga yang ditawarkan memang jauh lebih murah dibanding mengembangkan teknologi lain demi melengkapi fungsionalitas satu aplikasi.

Selain itu, ini juga memengaruhi penghematan server.

Berkolaborasi dengan aplikasi lain tidak memerlukan banyak penyimpanan karena data yang digunakan ada di aplikasi lain yang tersambung.

Tipe-tipe API

API sendiri ada beberapa tipe. Di antaranya:

1. Composite API

Ini adalah API yang mengombinasikan banyak API dan memungkinkan developer untuk menyatukan berbagai permintaan dan menerimanya dalam satu respon dari beberapa server.

Jika memerlukan berbagai data dari aplikasi atau sumber data yang berbeda, Anda akan membutuhkan composite API ini.

Selain itu, Anda juga bisa mengotomatisasi berbagai request tanpa perlu berintervensi secara langsung.

Dengan begini, Anda akan hemat biaya dan waktu.

2. Internal API

Internal API ini juga dikenal sebagai private API. Api satu ini berarti tidak dibuka aksesnya untuk digunakan oleh pihak ketiga.

API jenis ini hanya tersedia untuk keperluan internal dan hanya digunakan antar sistem dalam satu platform yang sama.

Yang bisa menggunakan API ini hanya developer internal milik perusahaan.

3. Open API

Kebalikan dari internal atau private API, open API adalah API yang terbuka aksesnya untuk siapapun alias publik.

Beberapa API jenis ini tersedia secara gratis, namun ada beberapa perusahaan yang menjualnya dalam sistem paket langganan.

4. Partner API

Partner API adalah API yang dibagikan khusus hanya kepada pihak yang bekerja sama dengan perusahaan.

Tidak sembarang orang bisa mengakses API ini. Ada lisensi khusus yang dimiliki oleh Sang Partner untuk bisa mengakses API ini.

Jenis Arsitektur API

Untuk memahami cara kerja API ini, maka ketahui terlebih dahulu arsitektur API .

1. REST

REST adalah singkatan dari Representational State Transfer, serangkaian guideline untuk API untuk membuat API yang scalable, user-friendly dan ringan.

REST API, atau sering disebut dengan “RESTful” API, adalah API yang sesuai dengan REST yang digunakan untuk menyampaikan data dari server ke klien yang meminta.

2. RPC

Remote Procedural Call atau RPC ini adalah protokol yang paling straightforward karena RPC membuat skrip pada server alih-alih memfasilitasi pertukaran data.

Namun, RPC ini kemampuan dan keamanan terbatas. Struktur ini sesuai untuk API internal dan mengeksekusi request yang bersifat basic.

3. SOAP

Akronim dari Simple Object Access Protocol adalah protokol untuk mentransmisikan data antar jaringan dan bisa digunakan untuk membangun API.

Struktur ini menggunakan XML untuk menuliskan informasinya dan terstandarisasi oleh W3C (World Wide Web Consortium).

Cara Kerja API

infografis API

API adalah kumpulan aturan tertentu yang menjelaskan cara komputer atau aplikasi berinteraksi satu sama lain.

Ini berfungsi sebagai perantara antara aplikasi dan server web, memproses aliran data antar sistem.

  1. Aplikasi klien memanggil API untuk mengumpulkan informasi/membuat request.
  2. Request diproses via URI (Uniform Resource Identifier).
  3. API memanggil program eksternal atau web server setelah menerima request.
  4. Server memberi respons ke API.
  5. API mengirim data yang diminta ke aplikasi.

Penutup

API adalah elemen penting dalam sebuah pembangunan aplikasi dan software. Nah, Anda kini sudah mengetahui detail-detail mengenai API serta seluk-beluknya.

Untuk informasi lain mengenai glosarium yang terkait dengan dunia IT, Anda bisa melihat artikel lainnya di blog GoldenFast Network.

Jika Anda memiliki permintaan mengenai pembahasan seputar IT, silakan tinggalkan komentar di bawah ini, ya Golden Friends!

Sampai jumpa di artikel berikutnya!

Nadia Agatha Pramesthi Penulis sekaligus penerjemah yang suka belajar. Mempelajari SEO dan bahasa dari sisi linguistik, lebih tepatnya. Kini Nadia menjadi seorang penulis untuk GoldenFast Network.

Leave a Reply

Your email address will not be published.