Nadia Agatha Pramesthi Penulis sekaligus penerjemah yang suka belajar. Mempelajari SEO dan bahasa dari sisi linguistik, lebih tepatnya. Kini Nadia menjadi seorang penulis untuk GoldenFast Network.

Business Plan: Definisi, Tipe & Cara Membuat (LENGKAP!)

3 min read

business plan dan penjelasan lengkapnya

Business plan atau rancangan bisnis adalah hal yang tidak boleh dilewatkan oleh seorang calon pengusaha yang memang serius akan bisnisnya.

Hal ini karena rencana bisnis akan memberikan arahan dan pedoman bagaimana sebuah bisnis dapat berjalan untuk waktu yang lama.

Nah, untuk para calon pengusaha, Anda berada di artikel yang tepat karena di sini Anda akan mempelajari definisi, tipe, dan cara membuat business plan.

Sebagai permulaan, mari buka pembahasan artikel ini dengan penjelasan mengenai definisi dari rancangan bisnis ini.

Definisi Business Plan

Business plan adalah istilah bahasa Inggris dari rancangan bisnis. Rancangan bisnis ini adalah sebuah dokumen yang berisi tentang berbagai objektif suatu perusahaan.

Objektif di sini adalah rencana anggaran serta rancangan operasional perusahaan yang disusun hingga membentuk sebuah roadmap.

Melalui sebuah rancangan bisnis, Anda dapat menentukan tujuan serta cara menempuh tujuan tersebut.

Bisa dikatakan bahwa rencana bisnis ini dibuat untuk jangka panjang. Anda bisa membuat rencana hingga 5-10 tahun kedepan.

Menjadi visioner dengan perhitungan yang matang tentu tidak ada salahnya. Malahan, Anda bisa menjadikan bisnis ini lebih realistis dan terstruktur.

Dengan begitu, Anda bisa menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti kerugian finansial dan materi bahkan kebangkrutan.

Jadi, haruskan membuat sebuah business plan? Tentu saja jawabannya harus. Tidak peduli skalanya, jika memang serius menjalankan bisnis, elemen ini tidak boleh lewat.

Tujuan dari Business Plan

tujuan rencana bisnis
Photo by Scott Graham on Unsplash

Nah, setelah mengetahui definisi dari business plan dan mendapatkan sedikit gambaran mengenai ini, pahami juga tujuan dibuatnya sebuah rencana bisnis.

Berikut ini adalah beberapa alasan pentingnya untuk sebuah bisnis memiliki tujuana dalam membangun sebuah usaha.

1. Mencatat Strategi dan Tujuan Perusahaan

Seperti halnya bermain sepak bola, ada hal yang dituju, ya itu mencetak gol. Tapi, apakah bisa mencetak gol tanpa perbekalan?

Tanpa strategi yang matang, modal prima tidak bisa berdiri sendiri. Keduanya harus bisa dipadupadankan agar tujuan tersebut tercapai.

Untuk itu, rencana bisnis ini diperlukan agar strategi untuk mencapai tujuan serta daftar modal yang dimiliki biasa tercatat dengan baik.

Hal ini penting agar dokumentasi tersebut bisa digunakan juga untuk tracking perjalanan bisnis Anda di kemudian hari.

2. Menarik Investor

Sebuah business plan bisa juga dijadikan alat untuk mencari modal tambahan dari investor loh, Golden Friends!

Karena isi dari sebuah rancangan bisnis ini terdapat strategi bagaimana cara suatu usaha bisa mencapai kesuksesan, cara mengembalikan profit, berbicara mengenai break-even, maka investor akan mengerti arah bisnis Anda.

Hal tersebut bisa meyakinkan para calon penanam modal sebelum mereka memutuskan untuk memberikan uangnya kepada Anda atau tidak.

Biasanya investor mengidamkan ROI (return of Investment) sekitar 10% dari modal yang diberikan.

Oleh karena itu, beri tahu melalui rancangan bisnis Anda bagaimana ROI 10% ini bisa tercapai dengan strategi yang ada.

Tapi, tetap realistis dan sesuai perhitungan, ya.

3. Menunjukkan Bisnis Anda bisa Diseriusi

Menunjukkan bahwa Anda serius dengan bisnis yang dibangun bisa tersampaikan melalui sebuah business plan.

Rencana yang realistis memberikan sebuah kesan bahwa bisnis Anda ini nyata dan bisa diwujudkan.

Anda bisa menyampaikan kalau ide yang tertuang di dalam business plan ini sudah melalui perhitungan matang dan analisis yang mendalam.

Jadi, yang Anda perlukan hanya mengeksekusi bisnis sesuai dengan yang direncanakan.

Tipe-tipe Business Plan

Rancangan bisnis ternyata ada berbagai jenisnya. Ada lima rancangan yang umum digunakan di dunia bisnis. Berikut ini adalah penjelasannya.

1. Strategic

Biasanya plan ini ditujukan untuk tim internal dan isinya bersifat sangat mendasar dan merinci seluruh elemen badan usaha.

Plan ini menggunakan SWOT analisis (Strength, Weakness, Opportunity, Threat)

2. Startup

Business plan startup dibuat oleh pebisnis yang baru merintis atau yang membutuhkan investor agar bisnisnya tetap berjalan.

Oleh karena itu, rancangan bisnis jenis ini lebih rumit dan banyak detail dibanding dengan yang lain agar bisa menarik perhatian investor.

3. Growth

Business plan yang satu ini berisi mengenai ekspansi perusahaan. Kira-kira apa saja yang diperlukan agar bisnis Anda dapat berkembang dengan pesat.

Anda bisa menuliskan mengenai sumber modal, detail perusahaan dan cara menarik invetsor.

4. Feasibility

Rancangan jenis Feasibility membicarakan tentang kelayakan sebuah bisnis dan berisi dua poin utama seperti siapa pasar atau target Anda dan apakah menguntungkan.

Ini akan berisi mengenai bagaimana kemungkinan perusahaan bisa berjalan dari dua elemen yang Anda susun tadi.

5. Operation

Business plan operation berisi tentang elemen operasional yang ada dan menyusun perusahaan Anda.

Di sini ada pembahasan mengenai tanggung jawab tiap bagian dari perusahaan dari bagian managerial hingga karyawan.

Cara Membuat Business Plan

Membuat business plan bukan perkara yang sulit, hanya saja Anda akan memerlukan banyak waktu untuk menyusunnya.

Untuk mempermudah Anda, berikut ini adalah beberapa hal yang perlu Anda pahami:

  1. Buat kerangka dan juga sub-judul yang bisa menarik perhatian pembacanya.
  2. Membuat rangkuman mengenai visi-misi bisnis, value proposition dan tujuan jangka panjang.
  3. Berikan penjelasan atau deskripsi mengenai bisnis Anda sebagai perkenalan.
  4. Jelaskan mengenai produk, solusi apa yang diberikan dengan adanya produk Anda.
  5. Cantumkan SWOT analisis untuk memberikan pandangan yang objektif.
  6. Tentukan target market yang Anda tuju dan berikan hasil analisisnya.
  7. Buat rencana marketing yang akan dijalankan, bisa melalui website, medsos, dll.
  8. Rangkuman finansial mengenai keadaan sekarang dan gambaran nanti kedepannya.
  9. Cantumkan profil siapa saja yang terlibat.
  10. Rincikan hal-hal yang diperlukan untuk perkembangan perusahaan terutama mengenai pembiayaan.

Kembangkan Bisnis Anda Sekarang

Mengembangkan bisnis bisa dengan berbagai cara. Namun untuk membuatnya berhasil, terlebih dahulu Anda buat sebuah business plan.

Di artikel ini Anda telah mempelajari definisi, tipe serta cara membuat business plan agar bisnis Anda berjalan dengan lancar.

Untuk artikel lain mengenai bisnis dan teknologi, Anda bisa mencarinya di blog GoldenFast Network, jadi jangan sampai terlewat!

Sampai jumpa di artikel kami berikutnya.

Nadia Agatha Pramesthi Penulis sekaligus penerjemah yang suka belajar. Mempelajari SEO dan bahasa dari sisi linguistik, lebih tepatnya. Kini Nadia menjadi seorang penulis untuk GoldenFast Network.

Leave a Reply

Your email address will not be published.