Amera P. Safira With a newfound love of the IT world, Amera likes to turn complex topics into easy-to-read and comprehensive articles. In her spare times, Amera enjoys playing video games and reading every book she can find.

Apa Itu Data Center? Pengertian & Jenisnya

3 min read

Apa Itu Data Center

Jika Golden friends sering berurusan dengan komputer, website, dan server, pastinya Anda sudah pernah mendengar apa itu data center sebelumnya.

Data center atau pusat data memang sudah tidak asing lagi di jaman teknologi ini. Statista bahkan memprediksi ada 7.2 juta data center pada tahun 2021 ini.

Google sendiri tercatat memiliki 21 data center lho Golden friends! Google data center tersebut terletak di beberapa negara seperti Singapura dan Chile. 

Nah jika Anda ingin mempelajari lebih dalam tentang apa itu data center dan peran pentingnya bagi sebuah bisnis dan perusahaan, Anda ada di artikel yang tepat!

Artikel ini akan membahas segala yang perlu Anda ketahui mengenai data center; mulai dari pengertian, komponen, tipe, hingga klasifikasinya. Penasaran? Mari lanjutkan membaca!     

Apa Itu Data Center?

Singkatnya, data center adalah sebuah bangungan atau ruangan khusus yang berfungsi untuk menyimpan sistem komputer dalam bentuk perangkat keras seperti server.

Nah dalam perangkat-perangkat keras tersebut, pengguna dapat menyimpan, memproses, menyediakan, menyebarkan, dan mengelola data-data penting milik perusahaan.

Data center menampung aset penting dan eksklusif sebuah organisasi. Inilah yang membuatnya sebagai salah satu komponen penting dalam operasi sehari-hari sebuah bisnis.

Oleh karena itu, sangat penting untuk organisasi keamanan dan ketersediaan dari sebuah data center dan pusat data adalah satu prioritas utama dari organisasi apapun.

pengertian data center

Itulah mengapa data center juga kerap disebut sebagai the brain of the company karena peran besarnya dalam manajemen dan pengelolaan aset terpenting perusahaan.  

Jika melihat kepada sejarahnya, data center sendiri sudah ada sejak tahun 1946 dengan nama ENIAC (Electronic Numerical Integrator and Computer).

Data center yang satu ini adalah pusat data milik The United States Army yang digunakan untuk menyimpan kode-kode pertahanan dan menghitung tabel penembakan artileri.

Seiring dengan kemajuan teknologi, data center juga mengalami evolusi yang pesat lho Golden friends!; Salah satunya adalah dengan berkembangnya pusat data berbasis cloud.

Baca Juga: Mengenal Server: Pengertian, Jenis, Fungsi, dan Manfaatnya       

Komponen Data Center

Setiap data center terdiri dari beberapa infrastruktur dan fasilitas yang menunjang proses kerja dari pusat data itu sendiri.

Meski komponen tersebut banyak dipengaruhi oleh jenis data center itu sendiri, beberapa elemen intinya adalah:    

  • Computing equipment — meliputi desktops, servers, dan racks.
  • Network infrastructure — seperti routers, switches, modems, cables, serta komponen lainnya yang menghubungkan pusat data dengan server, storage, hingga ke pengguna.
  • Storage infrastructure — terdiri dari hard disc drives (HDD), Solid-state drive (SSD), tape drives, dan backup storage yang difungsikan untuk menyimpan seluruh data.
  • Uninterruptible Power Sources (UPS) — meliputi sumber daya listrik, cadangan baterai, hingga generators untuk memastikan bahwa aliran listrik tidak akan terhenti.
  • Climate control system — seperti computer room air conditioners dan heating, ventilation, and air conditioning untuk menjaga stabilitas temperatur ruangan.  
  • Security — mencakup keamanan fisik (contoh: petugas keamanan, CCTV, biometrics, dan mantraps) dan keamanan digital (contoh: firewall).     

Jenis Data Center

Nah data center juga mempunyai banyak jenis dan tipe lho Golden friends! Berikut adalah beberapa tipe data center yang ada saat ini!

1. Enterprise Data Centers

Enterprise data centers atau onsite data centers adalah tipe data center yang dibangun, dikelola, dan biasanya ditempatkan di lingkungan kantor perusahaan itu sendiri. 

Kelebihannya, tipe ini bisa dikembangkan atau diekpansi sesuai dengan kebutuhan perusahaan, serta menawarkan kontrol dan akses penuh kepada pemiliknya.

Tipe server ini dibangun dan dikelola sendiri. Anda perlu menyiapkan seluruh fasilitas dan sumber daya yang dibutuhkan seperti sistem keamanan, pendingin, dan lain-lain.       

2. Colocation Data Centers

Colocation data centers merujuk kepada perusahaan yang menyediakan layanan colocation server. Jadi, perusahaan ini menawarkan penyewaan space di data center-nyaa.

Space ini dilengkapi dengan infrastruktur dan fasilitas yang diperlukan, seperti bangunan, keamanan, bandwidth, serta fitur-fitur dan sumberdaya lainnya. 

Perusahaan yang menyewakan ruangan tersebut hanya perlu menyediakan beberapa komponen seperti storage, physical server, dan firewalls. 

Nah karena berbagi infrastruktur data center dengan perusahaan lain, Anda bisa lebih menghemat biaya jika memilih tipe ini. 

Umumnya, ada dua pilihan yang ditawarkan oleh colocation data center: retail and wholesale. 

Jika memilih retail, Anda akan menyewa space yang lebih sedikit, yakni di bawah sepuluh colocation racks..

Sedangkan wholesale diperuntukan bagi perusahaan yang membutuhkan space yang lebih besar atau seluruh unit data center.            

3. Hyperscale Data Centers

Sebagaimana namanya, hyperscale data centers merupakan tipe pusat data yang menawarkan kemudahan untuk meningkatkan skalanya.

Caranya dengan menambahkan daya sistem atau racks beserta peralatannya. Tipe data center ini bisa menampung hingga jutaan servers dan mesin virtual. 

Beberapa perusahaan ternama yang memiliki dan mengoperasikan hyperscale data center adalah Google, Microsoft, Amazon Web Services, Facebook, Apple, dan Alibaba. 

Faktanya, tipe pusat data ini memang sedang mencapai popularitasnya dan diprediksikan akan memperoleh pendapatan hingga $108 Billion di tahun 2025 nanti.   

4. Managed Services Data Centers

Managed data centers memiliki banyak kesamaan dengan olocation data centers. Anda akan menyewa peralatan serta infrastruktur yang disediakan oleh layanan penyedia data center. 

Yang membedakan hanyalah dari segi manajemen server. Nantinya, perusahaan pusat data lah yang akan bertanggung jawab  sepenuhnya akan server Anda.

Ini termasuk semua pengelolaan serta pemeliharaan server Anda seperti backup, pembaruan software, pengecekan driver, dan banyak hal lainnya.

Baca Juga: Apa Itu Colocation Server? Pengertian, Kelebihan & Kekurangannya 

Klasifikasi Data Center

Data center mempunyai empat klasifikasi yang didasarkan kepada level pelayanannya atau disebut sebagai “tier”. Klasifikasi ini mengacu pada standar dan sertifikasi yang ditetapkan oleh The Uptime Institute. Nah, adapun empat tiers dari data center adalah:

  • Tier 1: Basic site infrastructure. Mempunyai skor uptime minimum 99.671% dan downtime 28.8 jam setahun.  
  • Tier 2: Redundant-capacity component site infrastructure. Skor uptime minimum 99.741% dan 22 jam downtime selama satu tahun. 
  • Tier 3: Concurrently maintainable site infrastructure. Memiliki skor uptime minimum 99.982% dengan downtime tidak melebihi 1.6 jam dalam setahun.
  • Tier 4: Fault-tolerant site infrastructure. Skor uptime minimum 99.995% dan downtime tidak lebih dari 0.4 jam setahun.

Kesimpulan

Di era internet saat ini, real-time data merupakan salah satu kunci keberhasilan suatu perusahaan. Nah, data center adalah satu komponen penting dalam real-data. 

Ada beberapa jenis data center yang bisa dipilih, seperti enterprise, colocation, hyperscale, dan managed services. Setiap tipe tentu mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing. 

Banyak poin-poin krusial yang perlu dipertimbangkan sebelum menentukan layanan pusat data yang sesuai dengan bisnis Anda — seperti lokasi, konektivitas, keamanan, dan reliabilitas. 

Nah jika perusahaan Anda memiliki physical server sendiri, Anda bisa memanfaatkan layanan colocation server dari GoldenFast Network.

Nantinya, server Anda tidak hanya ditempatkan di data center Indonesia terbaik (Tier 3), namun juga didukung oleh infrastruktur dan fasilitas yang mumpuni lho Golden friends!

Amera P. Safira With a newfound love of the IT world, Amera likes to turn complex topics into easy-to-read and comprehensive articles. In her spare times, Amera enjoys playing video games and reading every book she can find.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *