Nadia Agatha Pramesthi Penulis sekaligus penerjemah yang suka belajar. Mempelajari SEO dan bahasa dari sisi linguistik, lebih tepatnya. Kini Nadia menjadi seorang penulis untuk GoldenFast Network.

Full Stack Developer: Pengertian, Gaji dan Skill yang Dibutuhkan

3 min read

full stack developer adalah

Full stack developer adalah pekerjaan yang cukup menjanjikan saat ini. Bagaimana tidak?

Menurut Emerging Jobs Report, full stack developer menempati posisi keempat di dalam daftar pekerjaan yang berkembang pesat.

Nah, untuk mendalami seluk-beluk full stack developer, mari ketahui dahulu pengertian dari pengembang satu ini.

Apa Itu Full Stack Developer?

Full stack developer adalah seseorang yang, intinya, serba bisa di bidang web developer.

Sesuai dengan namanya, developer satu ini memastikan bahwa website yang dibuat akan bekerja sepenuhnya baik dari sisi depan maupun belakang.

Artinya, mereka akan bertanggung jawab di pembangunan dari sisi frontend dan juga backend.

Jadi, full stack developer dituntut harus serba bisa dan memiliki kemampuan pengodingan yang mumpuni.

Nah, pengembangan dari sisi frontend ini berarti mengurusi bagian yang bisa dilihat langsung oleh klien.

Maka dari itu, kadang frontend development disebut dengan pengembangan sisi klien.

Frontend ini difokuskan pada tampilan website dan apapun yang bisa dilihat langsung oleh pengunjung.

Sedangkan backend, berarti pengembang akan bertanggung jawab dalam pembangunan bagian website yang tidak nampak dari sisi klien.

Bagian yang tidak nampak dari sisi klien tersebut adalah server dan database dari website yang dikembangkan.

Nah, ada tiga hal yang difokuskan dari sisi server ini, yang pertama server itu sendiri, adatabase dan aplikasi.

Jadinya, full stack developer mau tidak mau harus menguasai bahasa pemrograman yang dibutuhkan frontend dan juga backend.

Job Desc Full Stack Developer

Tanggung jawab seorang pengembang full stack tentunya akan berbeda dari perusahaan satu dengan perusahaan lain, tergantung apa yang dibutuhkan oleh industri tersebut.

Namun, ada beberapa tanggung jawab atau job desc yang umumnya memang harus dikuasai dan dicari oleh perusahaan-perusahaan, di antaranya:

  1. Memastikan bagian frontend website dapat bekerja dengan baik.
  2. Mengoptimasi website gar mobile device-friendly.
  3. Mendesain arsitektur website atau program yang berbasis web.
  4. Mengembangkan API (Application Programming Interfaces) software perantara yang menghubungkan aplikasi satu dengan yang lain.
  5. Mendesain teknologi yang user-friendly dan diinginkan oleh user.
  6. Bekerja sama dengan desainer grafis untuk mengembangkan website yang menarik namun tetap fungsional.
  7. Membuat server dan database website.
  8. Bekerja sama dengan DevOps engineer, petugas cybersecurity dan web developer lainnya.

Skill yang Harus Dimiliki Full Stack Developer

Karena tanggung jawabnya yang banyak dan ada berbagai hal yang harus dikerjakan, maka seorang  developer di bagian ini harus memiliki skill yang mumpuni untuk memudahkan pekerjaannya.

Berikut ini adalah skill-skill yang perlu dikuasai:

1. Menggunakan Bahasa Pengembangan Frontend

Bahasa yang digunakan untuk mengembangkan bagian frontend website adalah:

  • HTML – membuat struktur website
  • CSS – mengustomisasi tampilan website
  • Javascript – membuat elemen halaman website yang berinteraksi dengan user.

2. Menguasai Framework dan Library Frontend

Framework ini penting untuk dikuasai full stack developer agar dapat bekerja lebih cepat serta efisien.

  • Bootstrap – Framework frontend populer untuk HTML, CSS dan Javascript.
  • jQuery & React – Framework untuk proyek dengan Javascript.
  • Angular – Untuk membuat website dan aplikasi berbasis website.

3. Memahami Bahasa Pengembangan Backend

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, sebagai full stack developer, Anda juga harus menguasai bagian backend termasuk:

  • PHP– bahasa skrip all-purpose untuk web development
  • Python – bahasa pemrograman untuk bekerja dengan database atau membuat website.
  • Java – bahasa pemrograman berorientasi objek untuk membuat software.
  • Ruby – bahasa pemrograman all-purpose.

4. Menguasai Framework & Library Backend

Untuk menyelesaikan pekerjaan di backend lebih cepat, maka Anda harus menguasai framework dan library backend.

  • Laravel – Laravel adalah salah satu PHP framework backend.
  • Spring – Framework Backend open-source untuk proyek dengan Java.
  • Django – Jika menggunakan Python, akan ideal untuk menggunakan Django.

5. Memahami Database

Anda harus memahami seluk beluk aplikasi database dan cara mengelolanya. Tool yang perlu Anda kuasai adalah:

  • MySQL – sistem database open-source yang gratis untuk menyimpan database website.
  • Oracle – Pengelola sistem database populer untuk proyek dengan database besar dan rumit.
  • MongoDB – tool database untuk aplikasi berbasis web.

6. Menguasai Stack

Stack ini adalah kumpulan software yang digunakan untuk membuat aplikasi dan proyek berbasis web serta website.

Contohnya adalah, LAMP, MEAN, MERN SERN, Django, Ruby on Rail.

LAMP, MEAN, MERN, dan SERN ini adalah akronim. LAMP berarti Linux, Apache, MySQL dan PHP.

MEAN adalah MongoDB, Express.js, Angular.js dan Node.js. Sedangkan MERN adalah MongoDB, Express.js, React.js dan Node.js.

Serta SERN adalah SQL, Express.js, React.js, dan Node.js.

7. Memahami DevOps

Full stack developer harus memahami sistem DevOps demi kelancaran proyek yang dijalankan.

Untuk itu, DevOps harus memahami sedikit mengenai DevOps dan bekerja sama dengan DevOps engineer.

8. Memiliki Soft skill

Hard skill bukan satu-satunya faktor yang memungkinkan Anda untuk menjadi seorang full stack developer.

Ada beberapa soft skill seperti manajemen waktu, komunikasi asertif, kemampuan bekerja dalam tim, bisa menerima masukan dan juga mentoring.

Selain itu, Anda juga harus awam dengan CAMPP, MAP, Sketch, Figma, Invision Studio dan lain-lain sebagai tool tambahan.

Gaji Full Stack Developer

Jika berbicara mengenai gaji, karena ada banyak sekali kemampuan yang harus dikuasai, seseorang di bidang ini bisa digaji di atas tujuh juta rupiah di posisi full time pada suatu perusahaan di Indonesia.

Sedangkan jika Anda memilih kerja lepas, kemungkinan Anda bisa dibayar lebih dari itu per proyeknya, terutama jika mengerjakan proyek dari luar negeri.

Agar Anda bisa menjadi pengembang full stack lepas di proyek luar negeri, silakan mendaftarkan diri ke platform-platform kerja freelance seperti Fiver, Freelancer, dan lain-lain.

Penutup

Kini Anda sudah mengetahui semuanya dari definisi, job desc hingga skill yang dibutuhkan.

Nah, namun sebelum memulai karir Anda, ada baiknya untuk membuat website sebagai portofolio.

Pilihlah server VPS Indonesia terbaik agar website atau pun aplikasi berbasis web yang Anda buat selalu berjalan dengan baik.

Semoga artikel kali ini bermanfaat!

Nadia Agatha Pramesthi Penulis sekaligus penerjemah yang suka belajar. Mempelajari SEO dan bahasa dari sisi linguistik, lebih tepatnya. Kini Nadia menjadi seorang penulis untuk GoldenFast Network.

Leave a Reply

Your email address will not be published.