Amera P. Safira With a newfound love of the IT world, Amera likes to turn complex topics into easy-to-read and comprehensive articles. In her spare times, Amera enjoys playing video games and reading every book she can find.

25+ Perintah Dasar Linux [Lengkap dengan Fungsi & Contohnya]

7 min read

25+ Perintah Dasar Linux Lengkap dengan Fungsi & Contohnya

Beberapa orang mungkin menganggap bahwa Linux adalah operating system yang sulit dioperasikan karena harus berurusan dengan command line yang kompleks. Hal tersebut tentunya tidak sepenuhnya benar. Jika Anda dapat memahami perintah dasar Linux, Anda pun punya kesempatan untuk menguasai command line layaknya seorang system administrators yang handal. 

Tertarik? Yuk lanjutkan membaca. Artikel ini akan mengulas beberapa perintah dasar Linux beserta penjelasan fungsi dan contohnya.

25+ Perintah Dasar Linux Lengkap dengan Fungsi & Contohnya

Daftar Perintah Dasar Linux dan Fungsinya

Untuk dapat mengoperasikan Linux, Anda perlu mengakses shell—s ebuah interface berbasis teks untuk menulis sebuah perintah (command) dan menginstruksikan komputer untuk melakukan tasks tertentu.

Shell atau terminal ini umumnya terdapat dalam menu Utilities pada perangkat. Namun, Anda juga bisa mengaksesnya dengan menekan tombol Ctrl+Alt+T.  

Nah setelah shell/terminal berhasil dibuka, yuk langsung cari tahu beberapa perintah dasar Linux yang paling sering digunakan!

Perlu diingat, semua commands harus ditulis dalam huruf kecil atau lowercase ya Golden friends!

1. pwd 

Ketika Anda ingin membuat, melihat, atau menghapus files, Anda tentunya perlu memastikan terlebih dahulu kalau Anda sudah berada di direktori yang tepat bukan?

Nah, pwd atau print working directory akan memberikan informasi mengenai direktori aktif yang sedang Anda akses. Hasil dari command adalah seperti /home/username.    

2. cd

Jika direktori yang Anda akses saat itu ternyata belum tepat, Anda bisa memanfaatkan perintah cd (change directory) untuk mengubah atau membuka direktori tertentu.

Contohnya, Anda sedang berada di direktori Home dan ingin mengakses folder Downloads. Nah, Anda hanya perlu menulis perintah cd Downloads

3. mkdir

Perintah mkdir (make directory) berfungsi untuk membuat folder atau direktori baru. Untuk menambah direktori Movies, misalnya, Anda bisa menulis mkdir Movies.

Selain itu, Anda juga bisa membuat direktori dalam direktori lain yang sudah ada. Caranya, ketik nama direktori lama diikuti dengan direktori baru, seperti mkdir Movies/Actions.    

4. rmdir

Jika Anda ingin menghapus direktori, Anda bisa menggunakan perintah rmdir. Namun perlu diketahui, perintah ini hanya bisa menghapus direktori yang masih kosong.

Sebagai alternatif, Anda juga bisa menulis rm -r untuk mendapatkan fungsi yang sama seperti rmdir.  

Namun harus diingat, Anda perlu berhati-hati dalam menggunakan rm -r. Pastikan Anda telah menulis nama folder/file setelah perintah rm -r (contohnya seperti: rm -r Movies/Actions).

Jika Anda lupa mencantumkan nama folder/file tersebut, maka yang terjadi adalah Anda akan menghapus seluruh direktori pada server.

5. rm 

Kalau Anda ingin menghapus direktori beserta seluruh files yang ada di dalamnya, Anda bisa memanfaatkan perintah rm.

Sedangkan bagi Anda yang ingin menghapus satu file secara khusus, Anda bisa menambahkan nama file tersebut setelah perintah rm (contoh: rm filename).

Tidak hanya itu, Anda juga bisa menghapus banyak files dalam waktu bersamaan dengan menulis rm filename1 filename2 filename3.

6. cat

Sebagaimana namanya, perintah cat (concatenate) berfungsi untuk menggabungkan files.

Contohnya, tulis cat filename1 filename2>filename3 untuk menggabung filename1 dan filename2, dan menjadikannya sebagai filename3.

Di samping itu, cat juga menawarkan beberapa fungsi lain, seperti mengetahui konten suatu file (contoh: cat file.txt) dan membuat file baru (contoh: cat > newfile).  

Baca Juga: Mengenal Apa Itu Data Center [Pembahasan Lengkap] 

7. echo

Perintah echo menawarkan banyak fungsi, salah satunya adalah untuk memasukkan data (yang biasanya berbentuk teks) ke dalam file.

Sebagai contoh, Anda ingin menambah teks hello there, welcome! ke file bernama sample.txt. Nah untuk melakukannya, Anda bisa menulis echo hello there welcome! >> sample.txt

8. ls

Bagi Anda yang ingin mengetahui konten apa saja yang terdapat dalam working directory atau direktori aktif, Anda bisa menggunakan perintah ls.

Selain itu, Anda juga bisa melihat hidden files dengan perintah ls -a, atau melihat konten di direktori lain dengan menulis nama direktorinya seperti ls /home/username/Documents.

9. locate

Anda merasa bingung di mana suatu file tersimpan? Tenang, Anda bisa memanfaatkan perintah locate.

Jika Anda lupa dengan nama file tersebut, Anda bisa menambahkan -i, sehingga perintahnya menjadi locate -i filename.

Sedangkan jika nama file yang dicari lebih dari satu kata, Anda perlu menambahkan asterisk (*) ke dalam perintahnya (contoh: locate -i data*sekolah).   

10. find

Anda juga bisa menggunakan find command untuk menemukan suatu file atau direktori. Bedanya, pencarian dengan perintah ini hanya akan difokuskan ke direktori tertentu.

Misalnya Anda menulis find /nama direktori/ -name sample.txt, maka pencarian tersebut hanya dilakukan pada direktori home yang dituliskan.

11. touch

Perintah touch bisa digunakan untuk membuat file baru dengan berbagai jenis format; seperti txt, zip, maupun html.

Untuk membuat file dengan format teks di direktori Documents, misalnya, Anda dapat menulis perintah touch /home/username/Documents/sample.txt,.

12. sudo

Singkatan dari SuperUser Do; sudo adalah sebuah perintah dasar Linux yang memungkinkan Anda menjalankan berbagai macam tasks yang memerlukan root atau administrative permissions.

Contoh perintahnya adalah sudo visudo, yang berfungsi untuk mengedit file konfigurasi atau sudoers.

13. cp

Perintah cp digunakan untuk menyalin file dari direktori aktif ke direktori lain. Contohnya, Anda ingin menyalin sample.txt ke direktori Documents.

Nah, Anda bisa menulis cp sample.txt /home/username/Documents/

Baca Juga: Kenali Apa Itu Dedicated Server, Kelebihan, dan Kekurangannya

14. mv

Di sistem operasi Linux, Anda juga dapat memindahkan file ke direktori lain dengan bantuan perintah mv.

Sebagai contoh, Anda menulis mv sample.txt /home/username/Documents/ untuk memindahkan sample.txt ke direktori Documents.

Tidak hanya itu, mv juga bisa dimanfaatkan untuk mengubah nama file. Sebagai contoh, Anda ingin mengganti nama file txt Anda, maka perintahnya akan menjadi mv oldsample.txt newsample.txt.  

15. ping

Sering mendengar ping command? Atau malah sering menggunakannya? Perintah dasar Linux yang satu ini menawarkan fungsi untuk mengetahui atau mengecek koneksi Anda ke server.

Jika Anda menulis ping google.com, contohnya, Anda nantinya akan memperoleh detail informasi mengenai koneksi Anda ke Google.  

16. zip dan unzip

Perintah zip dan unzip tentunya sudah tak asing lagi di telinga Anda bukan? Zip command digunakan untuk mengompres file menjadi zip archives.

Contoh perintahnya seperti zip -r archivename.zip filename1 folder2. Sebaliknya, unzip berfungsi untuk mengekstrak zip archives (contoh: unzip archivename.zip). 

17. hostname

Ada beberapa informasi yang bisa Anda dapatkan dari perintah hostname ini. Salah satunya adalah mengenai nama DNS (Domain Name System).

Di samping itu, Anda juga bisa mengetahui IP address Anda dengan menambahkan -i atau -I, sehingga perintahnya menjadi hostname -i atau hostname -I 

18. chown

Tahukah Anda kalau setiap file dalam Linux dibekali dengan keamanan dan proteksi berupa access permissions? Artinya, setiap file dan direktori hanya bisa diakses oleh pengguna tertentu saja. 

Ada tiga klasifikasi user permissions dalam Linux, yaitu: 

  • User—pemilik file atau pengguna yang membuat file tersebut
  • Group—terdiri dari beberapa pengguna. Nantinya, hanya anggota grup yang bisa mengakses file. 
  • Others—pengguna yang memiliki akses ke suatu file, tetapi bukan user/pemilik maupun anggota dari group

Lalu, bagaimana jika Anda ingin mengubah atau mentransfer kepemilikan suatu file? Caranya mudah, yakni dengan menggunakan perintah chown.

Misalnya jika Anda menulis chown user2 sample.txt, Anda berarti telah menjadikan user2 sebagai pemilik file sample.txt.

Selain itu, chown juga bisa digunakan untuk mengganti kepemilikan suatu grup (contoh: chown :group1 sample.txt).

19. chmod

Perintah chmod (change mode) berfungsi untuk mengganti izin akses terhadap suatu file atau direktori. Urutan perintahnya adalah chmod [opsi izin akses] [nama file].

Contohnya seperti chmod 754 filename

Adapun 754 dalam kode tersebut bisa dirincikan sebagai berikut:

  • 7 adalah kombinasi dari 4+2+1; berarti user dapat membaca (angka 4), memodifikasi dan menghapus (angka 2), serta menjalankan/mengeksekusi file tersebut (angka 1). 
  • 5 merupakan gabungan dari 4+0+1; menandakan bahwa anggota group bisa membaca (4) dan menjalankan/mengeksekusi file (1), tetapi tidak bisa memodifikasi dan menghapusnya (0).
  • 4 adalah kombinasi dari 4+0+0, yang berarti kalau others hanya bisa membaca (4), namun tidak dapat memodifikasi atau menghapus (0) dan menjalankan file (0).      

Baca Juga: Mengenal Server: Pengertian, Jenis, Fungsi, dan Manfaatnya 

20. uname

Perintah uname atau Unix Name digunakan untuk mengetahui informasi dasar  mengenai sistem Linux yang Anda gunakan— versi kernel, tanggal rilis, tipe prosesor, nama sistem operasi, dan sebagainya. 

Pola perintahnya adalah uname [opsi]. Nantinya, anda akan mengganti [opsi] sesuai dengan informasi yang ingin Anda cari. Misalnya untuk mengetahui nama sistem operasi yang digunakan, Anda dapat menulis uname -o.     

21. df 

Gunakan perintah df untuk memperoleh informasi mengenai penggunaan disk space sistem Anda, serta mengetahui berapa banyak kapasitas yang tersisa.

Nantinya, detail tersebut akan disajikan dalam persentase dan kilobytes. Namun jika Anda ingin melihatnya dalam megabytes, maka tuliskan perintah df -m.

22. diff 

Perintah diff (singkatan dari difference) digunakan untuk membandingkan konten antar file, baris per baris.

Menariknya, Anda akan mendapatkan informasi mengenai baris mana saja yang perlu diubah agar files tersebut menjadi sama.

Untuk menjalankan perintah ini, Anda hanya perlu menulis diff diikuti dengan nama file yang akan dibandingkan (contoh: diff file1.txt file2.txt). 

Sebagai output, Anda akan memperoleh simbol yang berisi instruksi bagaimana mengubah file pertama agar bisa menyerupai file kedua.

Adapun simbol-simbolnya terdiri dari a (add/tambahkan), c (change/ubah), dan d (delete/hapus).      

23. du 

Anda bisa melacak atau mengecek seberapa banyak kapasitas disk yang digunakan oleh suatu file dan direktori dengan bantuan perintah du (disk usage).

Sebagai contoh, Anda ingin mengetahui penggunaan disk dari direktori /home/username. Nah, Anda cukup menulis du /home/username.

Sedangkan jika ingin melihat hasilnya dalam bytes, kilobytes, megabytes, gigabytes dan seterusnya, maka tambahkan -h sehingga menjadi du -h /home/username.     

24. tar

Perintah tar sebenarnya hampir mirip dengan zip. Bedanya, tar hanya mengumpulkan files dalam satu arsip dengan ekstensi .tar atau tarball, tanpa mengompresnya seperti pada zip.

Pola perintahnya adalah tar [opsi] [nama arsip] [file atau directory yang akan diarsip]

Sebagai contoh, Anda menulis perintah tar -czvf filename.tar.gz /home/username/. Di sini, opsi yang Anda gunakan adalah czvf, yang berarti:

  • c = create/membuat arsip .tar baru
  • z = membuat arsip dengan kompresi gzip
  • v = verbose/perlihatkan progress pembuatan file tar
  • f = buat arsip tar sesuai dengan nama yang diberikan, yang dalam contoh ini adalah filename.tar.gz

25. grep

grep merupakan salah satu perintah dasar Linux yang paling sering digunakan. Fungsinya adalah untuk mencari teks atau pattern di dalam suatu file. Pola perintahnya yakni grep [opsi] text/pattern [files]

Sebagai contoh, Anda menulis perintah grep -i UNix sample.txt. Artinya, Anda sedang mencari kata UNix dalam file sample.txt.

Adapun opsi -i berarti pencarian tersebut akan menampilkan semua baris yang mengandung kata UNix dengan mode case insensitivetanpa memperdulikan apakah kata tersebut ditulis dalam huruf besar atau kecil. Sehingga kata UNIX, Unix, atau unix pun nantinya akan ditampilkan dalam hasil pencarian.

26. kill 

Jika suatu program yang Anda jalankan di Linux tidak responsif atau kedapatan menggunakan kapasitas sumber daya sistem yang berlebih, mengapa tidak menghentikan prosesnya saja. Untuk melakukannya, Anda bisa memanfaatkan perintah kill.

Yang menarik, ada lebih dari 60 signals yang bisa digunakan dalam command ini. Untuk mengetahuinya, Anda bisa menulis perintah kill -l

Di antara signals tersebut, dua opsi yang paling banyak digunakan adalah: (15) SIGTERM (menghentikan program dan memberikan waktu untuk menyimpan progress-nya) dan (9) SIGKILL (mematikan program secara paksa tanpa perlu merekam progress yang belum disimpan). 

Contoh perintahnya adalah kill -9 1223. Di sini, 1223 adalah PID (Process ID) yang hendak di-kill. Anda dapat menemukan PID dari proses yang hendak Anda kill pada command top atau ps (contoh: ps -A | grep ‘firefox’)

27. man 

Anda masih bingung dengan beberapa perintah/commands dan ingin mempelajari fungsinya lebih lanjut?

Tak usah khawatir! Linux juga menyediakan man command—sebuah perintah yang akan menampilkan halaman manual berisi instruksi atau deskripsi mengenai command tertentu.

Caranya, cukup tulis perintah man diikuti dengan nama command yang ingin Anda ketahui (contoh: man rmdir).  

Baca juga: Mengenal Debian: Pengertian & Kelebihannya

Kesimpulan

Dalam artikel ini, Anda sudah mempelajari 27 perintah dasar Linux yang paling sering digunakan. Seluruh commands tersebut tentunya akan sangat membantu Anda mengoperasikan suatu tasks di Linux dengan mudah. 

Selanjutnya jika sudah memahami dan terbiasa dengan perintah dasar Linux tersebut, Anda bisa mempelajari perintah-perintah Linux lainnya agar bisa menjalankan sistem operasi tersebut dengan lebih efisien.

Jangan lupa juga untuk terus meningkatkan pengetahuan Anda mengenai web development, server, data center, serta banyak tips dan tutorial lainnya dalam blog GoldenFast.net

Jika Anda adalah seorang webmaster, Anda juga bisa memanfaatkan layanan server terbaik dan handal yang ditawarkan oleh Golden Fast Network—mulai dari dedicated server, colocation server, hingga VPS server; semuanya dibekali dengan hardware kelas enterprise, 24/7 customer service, 24/7 network monitoring, dan masih banyak fitur menarik lainnya.  

Amera P. Safira With a newfound love of the IT world, Amera likes to turn complex topics into easy-to-read and comprehensive articles. In her spare times, Amera enjoys playing video games and reading every book she can find.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *