Setiap website, server, jaringan, maupun layanan online membutuhkan sistem proteksi dan keamanan yang kuat. Jika kita mencoba memposisikan diri sebagai konsumen pada layanan ecommerce, misalnya, kita tentu akan berpikir ulang untuk menggunakan produk atau jasa dari perusahaan yang situsnya terinfeksi malware bukan? 

Yang ada, kita malah merasa khawatir kalau data personal maupun informasi sensitif lainnya akan dicuri oleh hackers. Hal ini tentunya juga akan dirasakan oleh konsumen Anda jika website atau layanan online Anda tidak dibekali dengan keamanan dan proteksi yang handal. Sebagai langkah awal, pastikan bahwa server dan jaringan Anda telah didukung oleh Firewall. 

Ingin tahu apa itu Firewall? Yuk lanjutkan membaca! Artikel ini akan membahas banyak hal tentang Firewall, mulai dari pengertian, tipe, fungsi, hingga alasan mengapa Anda membutuhkannya. Let’s figure it out!

Apa Itu Firewall?

Firewall adalah perangkat keamanan yang bekerja sebagai sistem penyaring bagi sebuah jaringan atau server. Firewall berada di tengah-tengah antara satu perangkat dengan perangkat yang lain yang terkoneksi dengan internet atau LAN. 

Dalam kasus web server, misalnya, Firewall menjadi perantara antara web server dengan banyak perangkat pengguna yang ingin mengakses website Anda. Ya, jadi sebelum terhubung ke web server, semua requests atau koneksi dari pengguna akan disaring terlebih dahulu oleh Firewall untuk kemudian ditentukan apakah akses ke website Anda akan diberikan atau tidak. 

Bisa dikatakan bahwa, Firewall berperan sebagai penjaga gerbang yang memonitor dan meninjau semua traffic yang masuk atau keluar dari sebuah perangkat. Program keamanan ini juga akan membantu Anda mendeteksi adanya lalu lintas yang mencurigakan, sehingga Anda bisa terhindar dari adanya DDoS attack. Tak hanya itu, Firewall juga akan memastikan bahwa perangkat/server Anda akan terbebas dari malware.

Baca Juga: DDoS Attack: Pengertian, Tipe, dan Cara Mencegahnya     

Mengapa Anda Membutuhkan Firewall?

Tidak bisa dipungkiri bahwa semua perangkat yang terhubung ke internet bisa menjadi sasaran dari para hackers dan malware. Tanpa sistem proteksi dan keamanan yang kuat, perangkat Anda akan meninggalkan celah yang bisa dimanfaatkan oleh hackers untuk mengambil alih, mengakses dan memodifikasi data-data sensitif, hingga menginfeksinya dengan malware.   

Itulah mengapa Anda membutuhkan Firewall sebagai salah satu bagian terpenting dari sistem proteksi perangkat Anda. Program keamanan ini juga akan membantu Anda mencegah serangan cyber crimes yang bisa merugikan perusahaan Anda. 

Untuk semakin meyakinkan Anda akan pentingnya Firewall, mari pahami beberapa fungsi dasar yang dimilikinya. Diantaranya yakni:

  • Menjadi garda terdepan sistem keamanan dengan membangun penghalang antara jaringan internal dan eksternal 
  • Mengontrol dan mengatur traffic ke dan dari perangkat Anda
  • Melindungi website Anda dari DDoS attacks, brute force attacks, malware, hingga network intrusion attacks
  • Memvalidasi setiap akses yang masuk agar bisa terhindar dari cyber crimes yang ingin mengambil alih atau mematikan jaringan/komputer Anda
  • Merekam dan melaporkan aktivitas setiap pengguna dalam jaringan

Baca Juga: Mengenal Apa Itu Data Center [Pembahasan Lengkap] 

Beberapa Tipe Firewall 

Setelah membahas pengertian dan arti penting Firewall, sekarang mari kita ulas beberapa tipe Firewall yang bisa Anda pilih.

1. Packet Filtering Firewall

Packet filtering firewall adalah tipe firewall yang paling dasar dan sederhana. Sebagaimana namanya, tipe ini membantu Anda menganalisis packets (data yang ditransmisikan/ditransfer antara komputer dengan server). Jika sebuah packet tidak memenuhi aturan keamanan yang telah ditentukan (misalnya berasal dari IP protocol, IP address, atau port number tertentu), maka packet tersebut akan secara otomatis terblokir. 

Sayangnya, cara kerja Packet filtering firewall tersebut juga membawa kelemahan. Sebagai contoh, Anda menentukan aturan kalau traffic hanya diperbolehkan dari port number tertentu saja. Maka, Packet filtering firewall akan mengizinkan semua pengunjung dari port number tersebut tanpa membedakan mana traffic yang mencurigakan atau tidak. 

2. Stateful Firewalls

Berbeda dengan Packet filtering firewall yang hanya memeriksa informasi statis meliputi sumber dan destinasi packets, Stateful firewalls memonitor seluruh aktivitas packets dari proses awal hingga sampai ke jaringan Anda. Tipe ini juga dikenal dengan dynamic packet filtering karena kemampuannya menganalisis informasi dinamis dan menyaring packets berdasarkan State dan Context

Dalam koneksi berbasis TCP, misalnya, ada empat control connection state yang digunakan Firewall yaitu SYN, ACK, FIN, dan RST. Sedangkan context meliputi beberapa metadata yang digunakan Stateful firewalls ketika menyaring traffic. Contohnya seperti packet length, sumber dan destinasi IP address atau port, dan sebagainya.

Baca Juga: 25+ Perintah Dasar Linux [Lengkap dengan Fungsi & Contohnya]

3. Network Address Translation (NAT) Firewalls

Sederhananya, Network address translation firewalls memungkinkan beberapa perangkat dalam satu jaringan untuk menggunakan satu public IP address untuk terhubung ke internet. Tujuannya adalah agar private IP addresses masing-masing perangkat tidak terdeteksi oleh jaringan eksternal dan melindunginya dari berbagai serangan cyber crimes.           

4. Next-Generation Firewall (NGFW)   

Next-generation firewall menawarkan teknologi keamanan yang lebih canggih dari packet dan stateful firewalls. Tipe ini menawarkan banyak fitur dan fungsionalitas tambahan yang akan menguatkan level keamanan perangkat Anda—mulai dari IDS/IPS, URL checking, web dan reverse proxy, geolocation, hingga load balancing. 

Yang tak kalah menarik, Next-generation firewall juga dibekali dengan kemampuan untuk mendeteksi berbagai bentuk ancaman hanya dalam beberapa detik. Tak hanya itu, tipe ini juga mempunyai fitur antivirus, anti-malware, serta sandboxing yang akan membantu Anda mencegah dan menghapus advanced malware dengan cepat.

Selain keempat tipe tersebut, tersedia juga beberapa tipe lain. Diantaranya yaitu: Personal firewall, Hardware firewall, Software firewall, Proxy firewalls, Web application firewall, Unified threat management (UTM) firewall, serta Cloud-based firewalls atau juga dikenal dengan Firewall as a Service (FaaS).      

Kesimpulan

Tanpa diragukan, Firewall merupakan perangkat keamanan garda terdepan bagi sebuah website, server, jaringan, maupun layanan online. Tapi Firewall saja tentunya tak akan cukup. Ada baiknya, Anda juga mengkombinasikannya dengan perangkat keamanan lain seperti security plugins (bagi pengguna WordPress), antivirus software, anti-spam, Virtual Private Network (VPN), hingga content filtering.

Selain itu, pastikan juga bahwa server website maupun layanan online Anda telah dibekali dengan fitur keamanan mumpuni untuk menangkal segala ancaman dengan cepat dan tepat. 

Sebagai rekomendasi, Anda bisa memanfaatkan layanan server dan data center dari GoldenFast Network. Baik itu dedicated server, colocation server, maupun VPS server, semuanya hadir dengan fasilitas 24/4 monitoring, dukungan tim teknis profesional, UPS backup, 24/7 customer service, serta banyak fitur dan fasilitas terbaik lainnya.

Semoga berhasil!     

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *